Munculnya informasi mengenai penerbitan "Kartu Kuning" oleh JalaLive telah memicu kontroversi signifikan di kalangan masyarakat. Fenomena ini secara khusus menyoroti potensi pelanggaran data pribadi dan memicu pertanyaan mengenai pertanggungjawaban platform digital . Evaluasi mendalam diperlukan untuk mengungkap konsekuensi jangka segera bagi citra